Postingan

KOLAM RENANG SEDERHANA

Gambar
  Arena Bermain Kolam Renang Pagi hari yang cerah dengan udara yang segar, lantunan suara merdu ayam dan burung yang berlomba memperdengarkan suaranya. Saya bersama istri dan anak bungsu bersiap-siap berangkat ke kolam renang. Kolam renang yang terletak di desa satu kecamatan dengan desa saya yang berjarak sekitar 4 kilometer.   “Saya nanti juga ingin ikut renang, Yah”, kata istri sambil mempersiapakan bekal dan baju ganti. “Oo ya silahkan saja!” Jawab saya. “Lha siapa nanti yang menjaga barang-barang kita saat semua ikut renang?”Lanjutku sambil mengambil kunci mobil untuk dipanasi sebelum berangkat. “Gimana kalau kita mengajak Mbak Rodo?” Kata istri. “Ya, gak papa,” jawabku. Lewat WA istri menginfokan ke Mbak Rodo kalau diajak renang. Anak bungsu saya sebenarnya melarang mengajak Mbak Rodo. Tetapi setelah saya beri pengertian alasan mengajak Mbak Rodo, maka anak bungsu saya mengizinkannya.   Tepat jam setengah sembilan pagi, saya bersama keluarga berangkat ...

TAHAP PERCINTAAN PENULIS DENGAN PENERBIT

Gambar
  Tugas Seorang Operasional Penerbitan Udara pagi yang sejuk dengan suara burung perkutut peliharaan menambah suasana semakin nyaman dan damai. Pagi itu Pak Burhan sedang duduk sambil berselonjor di teras rumah sehabis joging bersama anaknya. Gawai di saku celana yang setia menunggu ia ambil dan dibaca pesannya. Pak Burhan melihat pesan-pesan materi belajar menulis on semalam. Semalam narsumnya Pak Edi S. Mulyanta, yang menjabat bagian Operasional Penerbitn Andi Offset. Dari kejauhan terlihat seorang berkumis tebal sedang olah raga bersepeda. Ternyata orang tersebut adalah Pak Hadi.   “Assalamu’alaikum Pak!” Ucapan salam Pak Hadi sambil turun dari sepedanya. “Wa’alaikum salam, ooo Pak Hadi,” jawab Pak Burhan sembari kaget atas kedatangan Pak Hadi. “Gimana Pak Burhan, apa masih ikut belajar menulis on line?” Tanya Pak Hadi dengan posisi duduk di samping Pak Burhan. “Ooo masih,” jawab Pak Burhan. “Tadi malam narsumnya Pak Edi S. Mulyanta bagian Operasional Penerbitan A...

SURGALAH UPAHNYA

Gambar
  Pejuang kehidupan “Anak-anak siapa yang ingin menjadi pejuang?” Tanya Pak Hadi ke para siswa kelas 12. Rupanya tidak satupun anak yang mengangkat tangannya. Mereka berpikir pejuang berarti harus berani mengangkat senjata dan resiko kematian   “Kok tidak ada yang mau menjadi penjuang?” Tanya Pak Hadi kembali sambil matanya sedikit melotot ke siswa di kanan dan kiri. “Kan penjuang berarti harus berani mengangkat senjata dan resiko mati, Pak?” Kata Amir memberanikan menjawab pertanyaan Pak Hadi. Dengan senyuman manisnya Pak Hadi menjelaskan bahwa pejuang itu tidak harus mengangkat senjata dan mati. Pejuang itu tidak harus di medan perang. Pejuang itu banyak jenisnya, tergantung bidang kemampuan. “Lha untuk anak-anak seperti saya ini gimana, Pak?” Lanjut Amir yang sudah mulai penasaran dengan penjelasan Pak Hadi. “Untuk anak-anak seperti kalian bisa berjuang menjaga nama baik,”jawab Pak Hadi sambil melangkah mendekati kursinya. “Nama baik sekolah, nama baik yang be...