Postingan

SECERCAH HARAPAN_Sayur Asem

Gambar
  Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=TIobAXIWAJI   Pagi itu Danang lagi sibuk dengan aktivitas rutin. Ia lagi menyiapkan makan pagi buat bapak dan dirinya. Termasuk memberi makan ayam-ayam kesayangan Mbah Gio. “Nang! Panggil Mbah Gio sambil membawa cangkul dan sabit sehabis membersihkan rumput-rumput di halaman. “Ada apa Pak? Tanya Danang menoleh sambil mencuci piring dan perabotan dapur lainnya. “Tolong pesenkan ke kakakmu suruh bawakan sayur asem ke sini! Pinta Mbah Gio sambil meletakkan cangkul dan sabit pada tempatnya. Mbah Gio sudah lama kangen dengan sayur asem buatan anaknya. Maklum Danang masih belum bisa membuat sendiri sayur keinginan bapaknya. Danang yang lagi di ruang tengah sehabis menyiapkan makan buat bapaknya langsung mengambil gawainya mengirim pesan ke kakaknya. Bu Santi baru pulang dari pasar diantar suaminya. Ia membeli apa-apa yang diperlukan. Kebetulan besok akan ada pengajian rutin di rumahnya. Biasanya kalau untuk keperluan lauk dan sayur...

SECERCAH HARAPAN_Lega

Gambar
Sumber: https://www.republika.co.id/berita/pzi0d1313/buang-air-kecil-harus-jongkok-atau-boleh-berdiri Musim kemarau yang lumayan lama membuat semua makhluk hidup tidak menghentikan air dalam tubuhnya keluar lewat pori-pori kulitnya. Mereka rupanya juga tidak mau berlama-lama di dalam tubuh. Amir dan teman-temannya mulai keluar kelas untuk menyegarkan diri dengan udara luar. Maklum kipas angin di dalam kelas  rusak karena kemarin dihantam bola saat anak-anak bermain di dalam kelas. Mereka tidak bilang ke wali kelas karena takut. Amir berinisatip ke teman-temannya untuk mengganti kipas anginnya. Amir teringat kalau hari itu merupakan hari jadi Agus. Ia segera menghampiri Agus yang sudah dahulu keluar kelas. Agus melangkahkan kakikan mengarah ke kantin. Belum sampai langkahnya ke kantin, Amir menghampiri dan mencegatnya. “Selamat ulang tahun temanku”, ucap Amir sambil menjabat tangan Agus. Agus jadi kaget dengan ucapan Amir yang tiba-tiba. “Lho! Apa benar Mir? Tanya Agus seak...

SECERCAH HARAPAN_Bukuku

Gambar
Sumber: http://solotourismpromotionboard.org/blogs/bukuku-lawas/536/ Kegagalan Amir berkunjung ke rumah pamannya tidak menjadikannya patah semangat untuk melakukan aktivitas lain. Solusi yang ia berikan atas pertanyaan ibunya akan dilaksanakan segera. Tape yang sudah disiapkan ibunya akan ia bawa ke rumah Agus dan Vina. “Saya sarapan dulu Bu! Kata Amir ingin segera mempertemukan perutnya dengan pujaannya. Sejak Subuh tadi perutnya protes terus karena sudah waktunya bertemu temannya. Amir segera memberi sinyal pada otot kakinya menuju dapur. Tangannya refleks mengambil piring yang ada di rak. Dengan gerakan tangannya, Amir mulai memasukkan makanan ke mulutnya. Makanan tidak banyak memberi kesempatan kepada gigi untuk berbincang. Pembicaraan hanya berlangsung beberapa detik saja dan langsung masuk lewat lorong tenggorokan menuju lambung. Pertemuan makanan dengan lambung disambung dengan penuh suka cita. Bunyi protes di dalam lambung tak terdengar lagi. Rupanya sedang ada pembicaraa...

SECERCAH HARAPAN_Bisa Dialihkan

Gambar
Sumber: https://kumparan.com/kumparanbisnis/eks-menkeu-ungkap-ada-dana-rp-43-triliun-bisa-dialihkan-untuk-bantuan-covid-19-1tjYvlR4YUJ Cahaya matahari mulai redup tanda akan datangnya kegelapan.   Amir tak sabar dengan rencana orang tuanya yang besok mau ke saudaranya. "Bu!  Besok saya duduk dekat pintu aja", pinta Amir ke ibunya. Amir agak ogah kalau diajak bepergian naik kendaraan. Ada ketidakkompromian diantara isi perutnya yang selalu ingin melihat udara luar jika diajak berkendara roda empat. “Oke! Jawab Bu Liana mempersiapkan dua buah kotak tepe yang akan dibawa ke saudaranya. “Kakakmu mana Mir? Tanya Pak Lukman yang tiba-tiba muncul di belakangnya. “Lho! Katanya tadi ke temannya”, jawab Amir. “O iya, tadi saya minta temannya ngantar kita ke pamanmu besok”, kata Pak Lukman teringat kalau tadi meminta Adi ke temannya. “Ayo! Cepat tidur kamu”, pinta Pak Lukman ke Amir yang lagi menunggui ibunya di dapur. Amir menggerakkan otot kakinya berjalan ke kamar. Ia s...

SECERCAH HARAPAN_Tape Yang Enak

Gambar
Sumber: http://blog.sayurbox.com/10-cara-membuat-tape-singkong/   Di sekiling persawahan tebu Pak Anto tanami ketela pohon. Tanaman tersebut tumbuh subuh dengan hasil umbi yang lumayan banyak. Tapi sayang tikus-tikus tebu rupanya juga doyan makan umbi ketela. Mereka malah lebih senang makan umbi ketela yang mudah dan empuk dimakan. Melihat kenyataan tersebut, Pak Anto segera mempercepat panen umbi ketelanya. Ia dibantu Adi dan Amir mulai mencangkul untuk menggali umbinya. Karena dimakan tikus, ada yang satu pohon tinggal satu umbi dan ada juga yang masih utuh. “Lho Pak! Kata Amir sambil mengambil umbi yang telah digali. “Ada apa Mir? Tanya Bapaknya sambil menggali umbi-umbi yang masih ada. “Ini yang bekas dimakan ditikus gimana? Apa dibuang semua”, tanya Amir sambil memasukkan umbi yang bagus ke karung. “Ini sabit, buang aja bagian yang dimakan! Kata Pak Anto memberi solusi ke anaknya. “Kan bagian yang dimakan sedikit, masih banyak yang bagus”, lanjutnya. Umbi yang ma...